Kamis, 03 Agustus 2017

HILANG

Sugeng Ashar,
Hilang adalah keadaan dimana dari ada menjadi tiada. Semua makhluk di muka bumi ini pasti pernah mengalaminya, begitu pula denganku. Kehilangan terberat yang pernah aku alami ada tiga.
Pertama aku pernah kehilangan al-qur'an terjemahan warna biru tua. Sungguh kejadiannya begitu cepat dan sangat misterius. Hal itu terjadi pada waktu sore hari sepulangnya aku dari belajar ngaji di rumah guru ngajiku. Ceritanya ketika aku sampai di halaman rumah bude, aku digoda oleh saudaraku, entah sepupuku atau adiku aku lupa. Saat aku digoda, aku menangis lalu pergi begitu saja sambil menjatuhkan al-qur'an yang aku pegang dengan reflek. Kemudian aku pulang ke rumah yang memang tempatnya bersebelahan dengan rumah bude. Sesampainya di rumah aku ditanyai bapak dimana al-qur'anku, aku menjawab jatuh di halaman rumah bude. Lalu bapak bergegas keluar untuk mengambilnya, ternyata al-qur'an tersebut sudah hilang. Aku tidak tahu siapa yang mengambilnya atau menyembunyikannya. Aku tidak mengetahuinya sampai hari ini.
Kehilangan kedua yang aku alami adalah ketika pak puh meninggal dunia. Aku merasa itu adalah tangisan paling sedih akan seseorang yang pernah aku alami. Pak puh sangat berharga untukku. Beliau seperti bapaku sendiri. Mungkin karena persamaan fisik yang membuatku terlihat seperti anaknya. Dari dulu orang-orang sering bilang kalau aku cocok menjadi anak pak puh ( kakak ketiganya ibu) dan bude (kakak keduanya ibu), karena memang kami samasama berukuran XL. kebiasaaan pak puh yang aku rindukan hingga hari ini adalah berkunjung ke rumah nenek hampir setiap pagi dengan membawa beberapa bungkus serabi. Aku ingat betul pak puh adalah orang pertama yang menelponku ketika daerah sekitar sekolahku banjir, karena memang pada saat itu orang tuaku belum punya hp. Selain itu pak puh juga yang menjemputku di rumah temanku ketika aku menginap disana karena kemalaman sehabis pulang konser. Kami begitu dekat, dan aku sangat merindukan kedekatan itu.
Ketiga aku pernah kehilangan mukena. Mukena pemberian anak dari pak puh. Entah bagaimana tibatiba aku tidak menemukannya di lemari kosku. Terakhir aku mengingatnya mukena itu dipinjam temenku, tapi ketika aku tanya dia tidak mengiyakannya. Antara aku yang teledor atau aku yang jarang memakainya hingga aku tidak menyadarinya kalau itu hilang. Aku baru menyadarinya ketika aku ingin memakainya.

Maturnuwun ^^

1 komentar: