Selasa, 30 Januari 2018

BAIK

Baik itu relatif bukan niscaya. Hal yang relatif itu bisa menjadi niscaya jika berasal dari Tuhan. Orang yang paling tau yang terbaik untukmu adalah Tuhan dan kamu sendiri. Bukan kedua orang tuamu, bukan saudaramu, bukan temanmu, bukan orang yang menyayangimu. Hanyalah percaya kepada Tuhan dan dirimu sendiri, selain itu semuanya omong kosong.

Rabu, 23 Agustus 2017

HIDUP DI DESA

Sebagian orang kota menilai bahwa hidup desa itu menyenangkan, dan sebagian orang desa juga menilai kalau hidup di kota menyenangkan. Desa memang dirasa memiliki udara yang masih cukup bersih, sumber daya alam melimpah sehingga biaya hidup pun rendah. Kota dipenuhi dengan polusi, sumber daya alam didatangkan dari desa sehingga biaya hidup menjadi mahal. Ada yang bilang hidup di desa tekanannya kecil atau hampir tidak ada jika dibanding dengan kota. Jika anda berpikiran demikian, maka saya bilang itu salah. Justru hidup di desa semakin tinggi tekanannya. Masyarakat desa yang memiliki kekeluargaan dan gotong royong tinggi itu menjadikan faktor utama. Diam dibilang sombong dan malah menjadi bahan pergunjingan diantara mereka. Bertingkah juga bisa jadi salah. Semua serba salah. Dimanapun kita hidup kita harus bersyukur dan mengikhlaskan apapun yang terjadi.

Sabtu, 12 Agustus 2017

Akankah KORUPSI di Indonesia berakhir?

Hakikatnya korupsi adalah hal yang sangat kotor, tapi faktanya banyak orang yang melakukannya. Bahkan saya yakin kalau orang-orang yang meneriakkan slogan anti korupsi belum tentu mereka terbebas dari korupsi. Korupsi tidak hanya melulu soal uang, datang terlambat dan pulang lebih awal juga merupakan tindak korupsi.
Bagaimana bisa Indonesia terbebas dari korupsi jika para pemuda yg selalu meneriakkan slogan anti korupsi itu sering melebih-lebihkan atau bahkan menyalahgunakan anggaran. Kampus yang dijadikan sebagai tempat untuk mendidik penerus bangsa adalah tempat yang sejatinya dilakukannya korupsi massal secara terang-terangan.
Saya sangat nano nano jika ada orang yang menghina habis-habisan seorang koruptor, seperti dia tidak pernah melakukan korupsi saja. Bedanya, korupsi yang dilakukan para petinggi pemerintah tersebut dalam skala massive, sedangkan orang kecil dalam skala kecil bahkan dianggap sepele tentunya. Tapi bagaimanapun juga dari hal-hal yang kecil itu jika diakumulasikan akan menjadi hal yang besar.
Korupsi tidak akan terjadi jika adanya tranparansi. Disinilah para wakil rakyat harusnya memainkan perannya. Memang mereka sudah mewakili rakyat "mereka" tapi belum tentu rakyat kita.
Yakin Anda tidak pernah Korupsi?

Kamis, 03 Agustus 2017

TEMAN

Sugeng Jum'atan,

Untuk mengawalai tulisan dengan judul teman ini aku merasa sangat bingung, bahkan aku membutuhkan bantuan mesin pencari untuk mengetahui definisi dari kata tersebut. Pada akhirnya aku memutuskan untuk mendefinisikanya sendiri. Teman adalah kesibukan. Kesibukan adalah teman kita yang sesungguhnya. Dalam kesibukan, kita bisa berbicara apa saja dengan jujur tanpa adanya batasan. Kesibukan yang selalu menemani kita setiap harinya. Kita tidak pernah terlepas dari kesibukan, jadi kesibukan selalu ada kapanpun dan dimanapun, butuh atau tidak butuh. Bahkan pengangguran itu juga memiliki kesibukan. Istilah kece menyebutnya dengan pengacara "pengangguran banyak acara". Bagaimanapun juga pengangguran masih harus melanjutkan hidup, entah itu makan, minum, bernafas, nonton, membaca, menulis ataupun berjalan.
Kesibukan adalah teman paling setia, teman yang selalu datang tanpa dijemput dan pulang tanpa diantar. Kesibukan menjadi saksi bisu kehidupan. Teman itu tidak harua dalam wujud manusia. Karena jika teman berwujud manusia itu bisa jadi dia tidak datang ketika diundang.

Maturnuwun ^^

HILANG

Sugeng Ashar,
Hilang adalah keadaan dimana dari ada menjadi tiada. Semua makhluk di muka bumi ini pasti pernah mengalaminya, begitu pula denganku. Kehilangan terberat yang pernah aku alami ada tiga.
Pertama aku pernah kehilangan al-qur'an terjemahan warna biru tua. Sungguh kejadiannya begitu cepat dan sangat misterius. Hal itu terjadi pada waktu sore hari sepulangnya aku dari belajar ngaji di rumah guru ngajiku. Ceritanya ketika aku sampai di halaman rumah bude, aku digoda oleh saudaraku, entah sepupuku atau adiku aku lupa. Saat aku digoda, aku menangis lalu pergi begitu saja sambil menjatuhkan al-qur'an yang aku pegang dengan reflek. Kemudian aku pulang ke rumah yang memang tempatnya bersebelahan dengan rumah bude. Sesampainya di rumah aku ditanyai bapak dimana al-qur'anku, aku menjawab jatuh di halaman rumah bude. Lalu bapak bergegas keluar untuk mengambilnya, ternyata al-qur'an tersebut sudah hilang. Aku tidak tahu siapa yang mengambilnya atau menyembunyikannya. Aku tidak mengetahuinya sampai hari ini.
Kehilangan kedua yang aku alami adalah ketika pak puh meninggal dunia. Aku merasa itu adalah tangisan paling sedih akan seseorang yang pernah aku alami. Pak puh sangat berharga untukku. Beliau seperti bapaku sendiri. Mungkin karena persamaan fisik yang membuatku terlihat seperti anaknya. Dari dulu orang-orang sering bilang kalau aku cocok menjadi anak pak puh ( kakak ketiganya ibu) dan bude (kakak keduanya ibu), karena memang kami samasama berukuran XL. kebiasaaan pak puh yang aku rindukan hingga hari ini adalah berkunjung ke rumah nenek hampir setiap pagi dengan membawa beberapa bungkus serabi. Aku ingat betul pak puh adalah orang pertama yang menelponku ketika daerah sekitar sekolahku banjir, karena memang pada saat itu orang tuaku belum punya hp. Selain itu pak puh juga yang menjemputku di rumah temanku ketika aku menginap disana karena kemalaman sehabis pulang konser. Kami begitu dekat, dan aku sangat merindukan kedekatan itu.
Ketiga aku pernah kehilangan mukena. Mukena pemberian anak dari pak puh. Entah bagaimana tibatiba aku tidak menemukannya di lemari kosku. Terakhir aku mengingatnya mukena itu dipinjam temenku, tapi ketika aku tanya dia tidak mengiyakannya. Antara aku yang teledor atau aku yang jarang memakainya hingga aku tidak menyadarinya kalau itu hilang. Aku baru menyadarinya ketika aku ingin memakainya.

Maturnuwun ^^

Rabu, 02 Agustus 2017

MIMPI

Sugeng shubuh,

Sebagian besar orang bilang kalau mimpi adalah bunga tidur. Memang benar apa yang dikatakan orang-orang, karena bunga tidak selalu berbau harum. Beda halnya dengan aku, aku menganggap mimpi adalah suatu refleksi kejadian yang akan atau sedang aku alami. Aneh tapi nyata, tapi memang itu yang cukup sering terjadi dalam hidupku.
Seperti ketika pak puh sedang sakit saat itu muncullah tiga sosok tuyul sedang berlarian girang sambil membawa balon di dalam mimpiku. Tiga sosok tuyul itu merupakan sosok yang dikirim seseorang untuk mengganggu pak puh. Hal itu dibenarkan oleh sepupuku yang memiliki indera ke-enam.
Ada juga mimpiku yang membawa pertanda kebahagiaan di masa akan datang. Ceritanya bermula ketika bulan mei tahun 2016 aku mendapat panggilan wawancara untuk fasilitator keamanan pangan BPOM RI. sudah dua bulan berlalu aku tidak kunjung mendapat kabar lagi, aku pikir aku tidak lolos lagi, maklum karena aku sudah ditolak oleh berbagai perusahaan. Diantara bulan juni hingga juli aku bermimpi mendapatkan sebuah pekerjaan dengan mudah. Benar saja, pada akhir juli aku mendapat telepon dari BPOM RI yang menyatakan bahwa aku lolos dan akan segera training. Pastinya, selain mimpi mendapat pekerjaan, aku juga sering mimpi ditolak pekerjaan dan itu juga benar terjadi.
Selain itu aku juga sering bermimpi yang aku ragu akan apa arti dari mimpi itu. Seperti biasanya, sekarang ini akupun masih sering bermimpi. Dan sekarang aku sedang sibuk melamar pekerjaan kembali, karena kontrak sebagai fasilitator keamanan BPOM RI sudah habis. Semoga aku segera mendapat pekerjaan tetap dan sesuai, agar orang tuaku tidak sedih lagi karena memikirkanku.

Maturnuwun ^^